Dasar UAV

 

Semangat pagi, salam sehat untuk seluruh sobat FETC berikut kami kirimkan artikel singkat mengenai dasar survey pemetaan sebagai bahan penyegaran, selamat membaca dan selamat menikmati hari.

Salam FETC!!!

Artikel Dasar UAV #2

1.      Foto Udara

Foto udara adalah rekaman fotografis obyek di atas permukaan tanah yang pengambilannya dilakukan dari udara (Suharsana, 1999). Foto udara pada umunya dibedakan atas foto vertikal dan foto condong.

Foto udara dapat dibagi berdasar ukuran sensornya. Berdasar ukuran sensornya, foto udara dibagi menjadi dua yaitu foto udara format besar dan foto udara format kecil.  Pada foto udara, skala foto udara tergantung pada tinggi terbang dan panjang fokus lensa kamera. Untuk panjang fokus yang sama dan semakin tinggi terbang  pesawat, skala foto yang dihasilkan semakin kecil dan daerah liputan semakin luas. Foto udara biasanya dibuat sedemikian rupa sehingga daerah yang digambarkan oleh foto udara berurutan di dalam satu jalur terbang. Tampalan sepanjang jalur terbang tersebut dinamakan overlap (tampalan depan). Prosentase besarnya tampalan depan berkisar antara 55% sampai 65%, hal ini bertujuan agar foto yang dihasilkan dapat dibuat model stereoskopiknya. Sidelap (tampalan samping) adalah tampalan antar jalur terbang yang berurutan. Prosentase besarnya tampalan samping dibuat sebesar 30%.

2.       Ortofoto

Secara sederhana peta foto (photomap) dapat diartikan sebagai foto udara yang digunakan secara langsung sebagai subtitusi peta planimetrik. Pada umumnya dilakukan perubahan skala foto ke skala yang dikehendaki dengan jalan perbesaran atau pengecilan skala.

Mosaik ortofoto merupakan gabungan dua ortofoto atau lebih untuk membentuk gambar utuh suatu medan. Ortofoto merupakan gambaran ortografis medan yang dibuat dari foto udara tegak menggunakan instrumen rektifikasi differensial, yang meniadakan pergeseran letak gambar oleh kesendengan fotografik dan relief

 

3.      Sistem koordinat

Sistem koordinat foto merupakan sistem referensi internal, sehingga semua obyek diatas foto dapat ditentukan posisinya terhadap sistem koordinat foto. Bidang foto (positif) merupakan bidang (X,Y) dan sumbu Z tegak lurus pada bidang (X,Y). Sebagai origin sistem koordinat foto adalah perpotongan garis fiducial. Principal Point (PP) yang merupakan proyeksi dari Projection Centre (PC) pada bidang foto umumnya tidak berimpit dengan perpotongan garis fidusial, atau mempunyai offset sebesar X0 dan Y0

Sistem koordinat model, merupakan sistem koordinat rektangular yang digunakan untuk menentukan posisi titik pada model stereo. Panjang fokus kamera bernilai negatif karena berada antara projection center dengan negatif film.

Orientasi dalam suatu kamera menunjukkan hubungan antara pusat perspektif kamera dan pusat sistem koordinat foto. Titik pusat sistem koordinat foto merupakan hasil proyeksi tegak lurus dari titik pusat perspektif kamera terhadap bidang foto. Nilai parameter orientasi dalam suatu kamera ditentukan dengan proses kalibrasi kamera. Parameter orientasi dalam suatu kamera terdiri

atas :

3.3.1.      Panjang fokus / focal length ( f ), panjang fokus merupakan jarak tegak lurus dari titik pusat lensa ke bidang proyeksi kamera (CCD atau CMOS pada kamera digital dan film pada kamera analog). Nilai panjang fokus ini harus diketahui karena berhubungan dengan pengukuran objek.

3.3.2.      Titik pusat foto / principal point. Titik pusat foto adalah hasil proyeksi tegak lurus dari titik pusat proyeksi terhadap bidang foto.

3.3.3.      Komponen distorsi lensa. Komponen distorsi lensa dibagi menjagi komponen distorsi radial dan tangensial. Komponen distorsi radial terdiri atas K1, K2, K3, dan komponen distorsi tangensial terdiri atas P1, P2.

 

 

 

 

 

 

 

 


3.3.4.                  Orientasi dalam dilakukan dengan mengidentifikasi semua koordinat tanda fidusial pada tepi kiri atas dan kanan atas, serta tepi kiri bawah dan kanan bawah foto udara. Hasil bacaan koordinat fidusialnya masih diperoleh dalam bentuk baris dan kolom. Koordinat ini selanjutnya digunakan sebagai titik kontrol dalam melakukan konversi dari koordinat piksel ke koordinat fidusial.

 

 

4.      Ground Control Point

Ground control point atau titik kontrol tanah adalah titik yang terdapat di lapangan dan dapat diidentifikasi pada foto dan mempunyai koordinat di kedua sistem. GCP diperlukan untuk kegiatan transformasi koordinat dari sistem koordinat tertentu ke sistem koordinat tanah. Titik kontrol ini terdapat pada kedua sistem koordinat yang mempunyai posisi relatif pada obyek yang sama

Dalam pemotretan udara, titik kontrol tanah diperlukan untuk trianggulasi udara. Trianggulasi udara adalah cara penentuan koordinat titik kontrol minor secara fotogrametris. Titik kontrol minor adalah titik kontrol tanah perapatan yang mengacu pada titik kontrol tanah hasil premarking. Titik kontrol minor ini sering disebut dengan postmark, karena ditentukan setelah pemotretan. Titik kontrol tanah berfungsi sebagai data masukan untuk proses hitungan titik bantu minor atau ikatan bantu secara fotogrametris. Titik kontrol tanah yang terdistribusi merata pada area pemotretan  akan memberikan hasil rektifikasi yang lebih presisi. Selain itu, perlu dilakukan pemasangan titik kontrol tanah pada daerah-daerah ekstrim, agar diperoleh titik-titik kontrol tanah yang mewakili kondisi medan yang sesungguhnya. Untuk keperluan pemetaan cepat, koordinat titik kontrol tanah diperoleh dari koordinat kamera saat exposure, sehingga tidak peprlu mengukur koordinat titik kontrol tanah di lapangan

 

Gabung di FETC

Training Center di Yogyakarta

Contact us

1. Dwi Purwanto

085602006858 (m3)

081328361414

Email: fetc.trainingcenter@gmail.com

2. Kurnia

08179414410 (xl)

Email: kurniafrasta@gmail.com

FETC,Ruko house of Tajem no A 1 JL Raya Tajem km 2 Panjen Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta,

Telp 0274 4462970

WEB    : www.frastatraining.com

FP        : https://www.facebook.com/campussurveying/

IG         : https://www.instagram.com/frastatraining

Twiter  : https://twitter.com/FrastaTraining

Youtub : Frasta Training

 

#surveying

#mining

#surveyor

#fetc

#training

#pelatihan

#belajargps

#belajaruav

#belajarsurvey

#pertambangan

#surveyortambang

#juruukur

#trainingpemetaanindonesia

http://frastatraining.com/pelatihan-drone-untuk-aplikasi-pemetaan-3d-di-bidang-migas-sertifikasi-pilot-uav-drone-fasi-juli-2019/?preview=true

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Drone – Pengoperasian Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk Survei Pemetaan

Pelatihan Drone Mapping